Karya seni yang digemari itu diantaranya hasil karya pelukis Joko Pekik, Basuki Resobowo, A. Rustamaji, Rustamadji, Ichi Tarmizi, Lili Cecep, Kunsoyono, dan Nazir Bondan. Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Wahid Supriyadi mengaku gembira sekaligus terharu melihat banyak warga Rusia yang mengapresiasi tinggi lukisan dan berbagai benda seni asal Indonesia.

” Hal ini tentunya turut memberikan kontribusi bagi hubungan bilateral RI-Rusia yang semakin bervariasi, ” katanya.

Sementara, Prof Sikorskiy menuturkan, sebagian lukisan awalnya dimiliki Dubes RI untuk Sri Lanka, Harmain Rusdi yang tahun 1962 mengadakan pameran di Kolombo. Setelah peristiwa 1965, Dubes Rusdi menetap di Uni Soviet dan menghadiahkan lukisannya kepada teman-teman Rusia. Sebagian lagi di beri dibeberapa mahasiswa ikatan dinas (mahid) yang setelah peristiwa itu menyebar entah ke mana.

Kondisi lukisan cat minyak yang sudah berumur lebih setengah abad tersebut banyak yang rusak dan cat mengelupas.
Akan tetapi, karena usaha keras sepanjang lima tahun restorator museum I. Solovyev dan I. F. Kuznetsov, lukisan itu sukses dihidupkan kembali sehingga dapat dipamerkan kepada publik.

Lukisan-lukisan tersebut umumnya menggambarkan sosok manusia pedesaan dalam bermacam kegiatan.
Selain lukisan, museum Seni Oriental juga mengoleksi berbagai benda seni asal Indonesia, di antaranya keris dari Jawa, Bali dan Sumatera abad 17 hingga 19.

Lalu, koleksi kain batik tulis peninggalan abad 19 dan 20, koleksi tokoh wayang kulit Jawa seperti Antaboga, Semar, dan tokoh lain dalam epic Ramayana dan Mahabharata. Di sudut lain, museum ada pula koleksi topeng wayang orang Jawa, ukiran patung singa abad 19 asal Bali, patung dewa Hindu, gendang topeng Rangda, serta berbagai benda seni asal Indonesia lainnya yang dipamerkan museum sepanjang tahun.

Terlebih dulu, salah satu museum populer di Moskow, yaitu Museum Darwin, juga menunjukkan berbagai koleksi benda seni asal Indonesia.

LEAVE A REPLY