Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Setyowati. foto: internet

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendukung penuh Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) yang dimotori Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), yang diluncurkan di Gedung SMESCO Indonesia, kawasan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Selasa (30/10).

Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM Yuana Setyowati mengatakan, GMM yang dilakukan Induk BTM ini sudah sesuai dengan program dan kepentingan dari pemerintah dalam mengembangkan koperasi dan UKM.

Melalui GMM ini BTM yang merupakan institusi lembaga keuangan mikro di bawah Muhammadiyah membantu dalam mendirikan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) di berbagai daerah.

“Apalagi salah satu misi GMM adalah mendirikan satu PDM atau daerah dengan satu BTM atau koperasi syariah. Jelas melihat gerakan ini sangat membantu dalam mengembangkan koperasi syariah di tanah air,” tutur Yuana.

Terkait konsep arsitektur keuangan mikro yang dimiliki BTM, Yuana mengapresiasinya. Dimana dalam arsitektur BTM terdiri dari Induk BTM, Pusat BTM sebagai sekunden dan BTM Primer sebagai pelayanan.

“Jelas konsep dari koperasi yang demikian bisa menjadi percontohan nasional dalam berbagai macam aspek. Saya berharap BTM sebagai koperasi syariah menjadi inspiring bagi koperasi–koperasi bercorak keormasan nasional,” harapnya.

BTM sejauh ini memiliki peran yang strategis bagi Muhammadiyah dalam mengembangkan pilar ketiga Muhammadiyah yakni ekonomi, hal ini disampaikan oleh Ketua Induk BTM Achmad Suud melanjutkan apa yang disampaikan oleh Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM.

Apalagi peran dari induk BTM, sejauh ini memiliki berbagai fungsi, pertama, lender last resort dalam likuiditas, kedua regulator lembaga keuangan mikro, ketiga pengendali jaringan BTM, keempat sebagai penyelenggara pendidikan dan pelatihan dan kelima sebagai lembaga supervisi. “Dari itu semua yang menjadikan para meter dalam mitigasi risiko dan pengawasan kesehatan,” terangnya.

Dengan keberadaan dari BTM yang sedemikian rupa tersebut, Suud menambahkan, inilah yang menjadikan spirit dalam mengembangkan BTM di berbagai daerah. Ia menyakini, dengan adanya GMM yang hari ini diluncurkan dan mendapat dukungan dari pemerintah.

Baik Kementerian Koperasi dan UKM serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan banyak program–program kemiteraan dalam memperkuat KSPPS BTM dan LKMS BTM sebagai kekuatan keuangan mikro Muhammadiyah.

Direktur Lembaga Keuangan Mikro (LKM) OJK, Suparlan, dalam acara GMM tersebut menyakini dengan adanya gerakan ini akan menambah daya gedor dari BTM sebagai kekuatan dalam mengembangkan keuangan mikro.

Apalagi BTM sudah berinteraksi dengan digitalisasi IT dan financial technology tentunya menjadi kekuatan yang perlu diperhitungkan secara nasional. Untuk itu dia berharap agar dukungan warga Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah terhadap BTM semakin besar.

Suparlan sebagai regulator dalam mengawasi LKMS BTM sangat yakin itu bisa apalagi sejauh ini 6 LKMS BTM yang berdiri di lingkungan Muhammadiyah telah membuktikan diri. Untuk itu sinergisitas BTM dengan elemen =–elemen di Muhammadiyah sangat diperlukan.

Apalagi potensi dana zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) di Muhammadiyah yang dikelola oleh LAZISMU sangat besar. “Jika itu di manfaatkan dalam produktifitas ZIS berbasis KSPPS BTM dan LKMS BTM betapa luar biasanya dalam mengentaskan kemiskinan umat,” ucapnya. (gus/lin)

LEAVE A REPLY