SVP Transaction Banking Wholesale Sales Bank Mandiri Tri Nugroho (dua kanan) dan Direktur Operasional Bank Riau Kepri Denny Mulya Akbar (kanan) sedang memegang mock up kartu e money co branding Bank Riau Kepri disaksikan SVP International Banking & Financial Institutions Bank Mandiri Elisabeth RT Siahaan (tiga kanan) di Pekanbaru, Kamis (4/10). foto: dok humas Bank Mandiri

Bank Mandiri bersinergi dengan Bank Riau Kepri untuk menerbitkan kartu prabayar e-Money memperluas penetrasi pemanfaatan uang elektronik dan mengakselerasi pencapaian program Gerakan Nasional Non Tunai. Pada tahap awal, Bank Mandiri menargetkan penerbitan e-money co-branding tersebut sebanyak 5.000 kartu sepanjang tahun ini.

Peluncuran kartu prabayar e-money co-branding ini dilakukan SVP International Banking & Financial Institutions Bank Mandiri Elisabeth RT Siahaan dan Direktur Operasional Bank Riau Kepri Denny Mulya Akbar, di Pekanbaru, Kamis (4/10)

SVP International Banking & Financial Institutions Bank Mandiri Elisabeth RT Siahaan mengatakan, kartu co-branding e-money Bank Riau Kepri tersebut akan dapat digunakan di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri, seperti sektor transportasi, merchant retail, merchant kuliner, taman rekreasi, maupun sektor potensial lainnya.

“Kami berharap sinergi ini dapat mengakselerasi ekspansi bisnis Bank Mandiri dan Bank Riau Kepri. Hal ini juga menjadi upaya kami dapat membudayakan transaksi non tunai di berbagai wilayah Indonesia,” kata Elisabeth dalam rilis Humas Bank Mandiri.

Sinergi dengan BPD, lanjut Elisabeth, merupakan salah satu strategi bisnis Bank Mandiri dalam memperbesar pangsa pasar kartu prabayar e-money. “Pasalnya, BPD merupakan mitra pemerintah daerah dalam mengelola berbagai sumber daya untuk meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat,” katanya.

Di samping Bank Sumut, saat ini Bank Mandiri telah menjalin kerja sama penerbitan e-money co-branding dengan beberapa BPD di seluruh Indonesia. Hingga Agustus 2018, bank pelat merah ini telah menerbitkan kartu prabayar berlogo e-money lebih dari 15 juta kartu.

Adapun frekuensi transaksi pada periode Januari-Juli 2018 sebanyak 800 juta transaksi dengan nilai sekitar Rp9 triliun, naik 130% dari transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya. (lin)

LEAVE A REPLY