Seorang pengendara mendorong motornya yang mogok saat menerjang banjir yang menggenangi Jalan Cimincrang, Gedebage Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2020). Genangan air dengan ketinggian 30 hingga 60 sentimeter tersebut diakibatkan oleh hujan deras pada Jumat (24/1) sore hingga malam hari di beberapa wilayah Bandung Raya. Foto: internet

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan banjir menerjang kawasan perumahan warga yakni di Komplek Bumi Adipura, Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota madya Bandung, Jabar.

semarak.co -Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan, banjir di Komplek Bumi Adipura tersebut terjadi karena intensitas hujan yang tinggi hampir merata di wilayah Kota Bandung.

Akibatnya, kata dia, sebanyak 400 rumah terendam, 397 kepala keluarga dan 150 jiwa terdampak banjir. Ketinggian air di wilayah tersebut beragam yakni antara 70 cm hingga 80 cm.

BPBD Provinsi Jabar berkoordinasi dengan DPKPB Kota Bandung dan Tim Rescue Diskar PB Kota Bandung melakukan proses evakuasi delapan orang warga ke tempat yang lebih aman di Masjid Mistahul Janah menggunakan satu unit perahu karet serta melakukan evakuasi terhadap hewan peliharaan.

Selain itu, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung menurunkan dua Unit Rescue, dua unit Mobil Komando, satu Unit Pancar UPT Timur dan satu unit perahu karet. Dia menambahkan perumahan di Komplek Bumi Adipura masih tergenang air, namun debit air sudah menurun.

“Kami juga berkoordinasi dengan DPU Kota Bandung yang sedang melakukan penyedotan di Kluster Tulip Komplek Adipura dan kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak mendekati lokasi banjir dan melakukan aktivitas di sekitar lokasi banjir,” kata dia.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mencatat sebanyak 259 kepala keluarga (KK) atau 1.100 jiwa menjadi banjir di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung.

”Kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) kurang lebih dari 259 KK itu sekitar 1.100 jiwa yang mengalami kejadian (banjir) ini,” kutip Oded saat meninjau banjir di RW 3 Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (25/1/2020).

Menurutnya banjir kali ini lebih lambat surut dibanding banjir serupa yang melanda kawasan tersebut pada beberapa waktu lalu. Ia menduga banjir yang lambat surut itu dikarenakan kawasan aliran air di Kabupaten Bandung yang juga sama-sama terkena banjir.

“Saya minta ke Kadis PU dicek, dilihat apa penyebabnya, karena ini baru pertama kali, walau disinyalir karena banyak hal bisa terjadi, di Sapan (Kabupaten Bandung) seberang tol lebih besar airnya dan balik lagi ke sini,” kata dia.

Biasanya, kata dia, banjir di kawasan tersebut dapat surut hanya hitungan jam. Maka dari itu, menurutnya perlu analisa lebih lanjut terkait fenomena tersebut. “Ini baru pertama kali kejadian ini, biasanya beberapa jam sudah hilang (banjirnya),” katanya.

Banjir melanda salah satu komplek perumahan mewah yaitu Komplek Adipura. Banjir di kawasan tersebut terjadi sejak Jumat sore (24/1/2020). Selain itu, menurutnya kejadian ini harus menjadi perhatian lintas wilayah.

Mengenai dugaan banjir akibat proyek kereta cepat, Menurutnya hal itu perlu dikaji lebih lanjut. “Kita koordinasikan dengan teman-teman Kabupaten Bandung dengan Pak Bupati dan dari lihak KCIC, akan dievaluasi seperti apa,” katanya.

BPBD Jabar menyatakan banjir yang menerjang lima kecamatan di Kabupaten Bandung, Jabar, yang terjadi sejak Kamis (23/1/2020) telah menyebabkan 3.744 unit rumah, empat sekolah dan 17 tempat ibadah terendam air.

Manajer Pusdalops PB BPBD Provinsi Jabar Budi Budiman Wahyu mengatakan banjir yang menerjang Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Rancaekek dan Kecamatan Majalaya menyebabkan 225 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan 18.636 warga terdampak banjir tersebut.

“Perkembangan terbaru hingga tanggal 24 Januari 2020 pukul 11.00 WIB malam tadi, kerugian materil banjir di Kabupaten Bandung ialah berupa 3.744 rumah terendam, empat sekolah terendam dan 17 tempat ibadah terendam,” kata kata Wahyu di Bandung, Sabtu (25/1/2020).

Adapun ketinggian air di beberapa titik antara 10 cm hingga 1,7 meter. “Untuk kondisi terkini tinggi muka air mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 40 cm di beberapa lokasi dan Jalan Andir-Katapang masih tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat,” katanya.

BPBD Jabar, lanjut Budi, juga telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung melalui Call Center (022) 85872591 terkait dengan kejadian banjir. “Kami juga masih mematau ketinggian tinggi muka air (TMA), lalu ada tim BPBD yang bersiaga di Posko Baleendah sebanyak 10 personil yang dipimpin oleh Kasi Logistik,” imbuhnya.

Kemudian ada petugas Pusdalops yang bersiaga sebanyak lima orang dan di shelter pengusian Dayeuhkolot ada petugas yang bersiaga sebanyak tiga orang. Terkait belum bisa dilalui Jalan Andir-Katapang oleh kendaraan bermotor, maka BPBD mengirimkan perahu karet empat unit, perahu fiber tujuh unit dan perahu almunium tiga unit. (net/lin)

LEAVE A REPLY