Dewi Lestari saat jumpa wartawan acara Sinar Mas Land Konser Salute - Apresiasi Untuk Musisi Indonesia di Marketing Gallery, Sinar Mas Land, Kawasan Rasuna Epicentrum Jakarta, Selasa (8/1). Foto: internet

Penyanyi Dewi Lestari atau akrab disapa Dee mengaku lebih tertantang menulis lagu ketimbang menulis novel. Seperti diketahui, setelah banyak ciptaan lagunya dan tergolong hits, Dee pun merambah profesi lain, sebagai penulis novel.

Dalam membuat lagu, Dee mengatakan, biasanya selalu menulis lirik dan mencari melodi musiknya secara bersamaan. Butuh waktu hingga satu minggu sampai lagu tersebut bisa tercipta secara utuh.

“Menulis lagu sangat terbatas, durasi hanya lima menit, hanya dua tiga bait, dan satu reff. Sementara kalau menulis novel, saya bisa buat puluhan ribu kata. Tapi bagaimana caranya, dalam waktu yang terbatas itu, saya bisa menampilkan unsur unsur cerita fiksi, disitulah tantangannya,” ucap Dee Lestari saat berbincang di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa, (8/1)

Kalau lagu paling satu minggu. Kalau serius banget tiga hari paling, tapi itu pun bener bener fokus ke lagu saja. “Ada juga lagu yang bisa saya buat lebih lama, bukan lama bikinnya tapi karena banyak terselingi aktivitas lain,” katanya.

Unsur-unsur dalam penulisan novel pun dimasukkan ketika menulis lirik lagu. Mulai dari karakter, konflik cerita, dan juga latar dari cerita lagu yang dibuatnya. Inilah yang menjadi kekuatan dalam setiap lagu-lagu yang dibuat oleh Dee Lestari.

“Ciri khas saya adalah perhatian saya terhadap kata-kata sih. Dan barang kali pengaruh saya sebagai pengarang cerita, setiap lagu saya itu punya cerita. Jadi ada setting, ada karakter, ada konflik, ada resolusi, ada unsur-unsur dari novel. Itu saya coba tampilkan semaksimal mungkin dalam sebuah lagu,” paparnya.

Nurun Ke Anak

Kepiawaian Dee dalam menulis lagu nampaknya turun ke putra sulungnya, Keenan Avalokita Kirana. “Menurun ke Keenan iya. Dia lagi senang banget bikin lagu. Sebagai orang tua, tentu saya bangga dengan bakat yang ditunjukkan Keenan. Saya selalu memberi saran-saran dalam menulis lagu yang baik,” imbuhnya.

Waktu Keenan mau belajar bikin lagu, diakuinya, sempat dibantu. “Nan cari kata-kata yang enak diucapkan biar penyanyi nyaman. Kayak jangan banyak potongan kalimat, kasih jeda, ya itu tips untuk dia. Tapi saya juga mau lihat dia eksplor sendiri”, ujarnya.

Jika Keenan jago menunjukkan bakat dalam merangkai kata dan nada untuk dijadikan menjadi sebuah lagu, putri bungsu Dee Lestari yang bernama Atisha Prajna Tiara, justru memiliki kemampuan bermain alat musik piano.

Dee pun mendukung apa yang dilakukan kedua anaknya tersebut. Baginya yang paling terpenting adalah anak-anaknya bisa menyukai seni. “Bagi saya yang penting mereka suka seni. Yang penting mereka kuasai alat musik apapun,” tutupnya. (ipo/lin)

LEAVE A REPLY