Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro

Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games tanggal 18 Agustus-2 September 2018. Agenda olahraga bergengsi tingkat Asia yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali dan mempertandingkan 40 cabang olahraga ini akan diselenggarakan di dua kota, Jakarta dan Palembang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai ajang olah raga internasional ini tentunya akan memberikan manfaat ekonomi dan non-ekonomi bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Manfaat ekonomi yang akan tercipta adalah meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga, dan merupakan ajang promosi untuk citra positif bangsa.

“Indonesia juga akan memperoleh manfaat non ekonomi, di antaranya meningkatkan kohesi sosial dan mendorong perubahan budaya, perilaku, dan karakter masyarakat, meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk event internasional melalui partisipasi sukarelawan,” ujar Bambang dalam rilisnya.

Asian Games 2018, lanjut Bambang, juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga sekaligus mengajak generasi muda untuk belajar mengenai semangat olahraga dan sportivitas, serta meningkatkan profil Indonesia di mata internasional,” ujarnya.

Empat puluh lima negara diperkirakan akan hadir dalam Asian Games 2018 yang akan mengirim 10.000 atlet dan 5.000 officials, serta akan bersaing sehat dalam 462 pertandingan olah raga. Asian Games 2018 diprediksi akan mendatangkan 2 juta penonton dengan perkiraan 200 ribu orang diantaranya adalah penonton internasional.

Selain itu, 13 ribu sukarelawan dan sekitar 7.000 media, baik lokal maupun internasional, juga akan ikut meramaikan dan berpartisipasi dalam acara olah raga tingkat Asia ini. Menteri Bappenas menyampaikan bahwa dampak ekonomi yang tercipta dari ajang internasional ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: dampak ekonomi langsung dan dampak ekonomi tidak langsung.

“Dampak ekonomi langsung merupakan besaran nilai ekonomi yang tercipta secara langsung akibat adanya aktivitas ekonomi yang dilakukan pada saat persiapan, saat acara berlangsung, dan saat setelah acara berlangsung,” ujarnya.

Adapun dampak ekonomi tidak langsung  adalah nilai ekonomi lanjutan yang tercipta akibat adanya efek pengganda dalam perekonomian, dimana efek yang akan terjadi adalah dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi dan nasional, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan.

Pengeluaran Asian Games

Bappenas memperkirakan dampak langsung pengeluaran peserta dan pengunjung Asian Games 2018 akan mencapai 3,6 triliun rupiah, dimana pengeluaran sebesar 2,5 triliun rupiah akan terjadi di Jakarta dengan konsentrasi persebaran peserta dan pengunjung sebanyak 70 persen, dan 1,1 triliun rupiah di Palembang dengan konsentrasi persebaran
peserta dan pengunjung sebanyak 30 persen.

Kemudian, 88 persen pengeluaran berasal dari penonton dan wisatawan, diikuti 4,67 persen pengeluaran oleh atlet, 3,96 persen pengeluaran awak media, 2,34 persen pengeluaran officials, dan 0,77 persen pengeluaran sukarelawan. Akomodasi diperkirakan menjadi komponen pengeluaran terbesar yang mencapai 1,3 triliun rupiah, sementara komponen pengeluaran terbesar kedua adalah transportasi sebesar 640 miliar rupiah, makanan dan minuman sebesar 628 miliar rupiah, pengeluaran belanja mencapai 560 miliar rupiah, dan pengeluaran hiburan sebanyak 280 miliar rupiah.

Bappenas saat ini sedang melakukan perhitungan untuk dampak tidak langsung, yang akan selesai dalam waktu dekat sebelum acara Asian Games 2018 dilaksanakan. “Kalau hitungan dampak tidak langsung ini sudah selesai, Bappenas dapat memperkirakan berapa sumbangan Asian Games 2018 terhadap pertumbuhan ekonomi, berapa sumbangannya
terhadap lapangan kerja, serta berapa peningkatan pendapatan masyarakat yang akan tercipta”, tegas Menteri Bambang dalam acara Forum Merdeka Barat 9 atau FMB9.

Namun demikian, peluang ekonomi yang besar dari ajang Asian Games ini tentunya perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh Bangsa Indonesia, jika kita ingin benar-benar mendapat manfaatnya. “Peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan dari penyelenggaraan Asian Games 2018 dapat dicapai dengan menggencarkan promosi Asian Games dan wisata yang lebih tepat sasaran, memberikan fasilitas dan kemudahan masuk ke Indonesia bagi turis mancanegara, meningkatkan kemudahan akses ke venue untuk penonton lokal, menyiapkan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung, meningkatkan awareness wisatawan mancanegara tentang destinasi wisata, termasuk wisata kuliner dan budaya, serta mengadakan event pariwisata dan event lainnya pada saat Asian Games berlangsung,” ucap Menteri Bambang.

Perkiraan Investasi

Sementara itu, perkiraan investasi untuk penyiapan fasilitas pendukung Asian Games 2018, termasuk di antaranya pembangunan Gelora Bung Karno, Stadion Jakabaring, wisma atlet, dan Light Rapid Transit (LRT) mencapai 34 triliun rupiah, merupakan salah satu upaya besar pemerintah untuk menyukseskan Asian Games dan memfasilitasi agar manfaatnya bagi masyarakat Indonesia dapat lebih maksimal.

Tentu fasilitas infrastruktur yang dibangun ini kemudian memiliki manfaat jangka panjang, tidak hanya sebatas di Asian Games 2018 ini. Hasil hitungan Bappenas memperkirakan total dampak ekonomi langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, investasi infrastruktur pendukung, dan operasionalisasi acara adalah sebesar 45,1 triliun rupiah terhitung sejak 2015 hingga 2018, yaitu sejak persiapan sampai dengan acara berlangsung.

Namun, perlu hati-hati juga, pengalaman negara lain ada pula yang justru menunjukkan bahwa event olahraga internasional dapat berdampak negatif terhadap perekonomian tuan rumah, karena persiapan yang tidak matang, menumpuknya hutang yang tidak terkontrol, serta pemanfaatan sarana olahraga di kemudian hari yang kurang optimal.

Untuk mencegah dampak negatif tersebut, segenap komponen bangsa Indonesia perlu bersama-sama menyukseskan acara Asian Games ini, mendorong persiapan pengemasan paket wisata yang menarik, promosi secara masif, serta pemanfaatan dan penggunaan venue selepas Asian Games 2018 tersebut.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya peningkatan aktivitas/event olahraga sebagai bagian dari grand design peningkatan prestasi olahraga Indonesia, peningkatan awareness masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga, dan pemanfaatan venue olahraga untuk aktivitas lain di luar olahraga MICE (Meeting, Incentives, Conferences, & Exhibition).

Salah satu contoh sukses pemanfaatan venue olahraga pasca event adalah Palembang setelah SEA Games 2011. Pemda Palembang membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PT Jakabaring Sport City yang bertugas mengelola aset keolahragaan di Jakabaring secara profesional sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik untuk event olahraga nasional, internasional, maupun untuk digunakan masyarakat umum.

Menteri Bambang menegaskan, hasil estimasi dampak langsung ekonomi Asian Games 2018 ini dalam wujud angka-angka di atas masih merupakan hasil perhitungan tahap awal dari kajian yang lakukan, dan diharapkan dampak ekonomi Asian Games 2018 bagi Indonesia sebagai tuan rumah akan lebih besar lagi dari hasil perhitungan tahap awal
ini. (lin)

LEAVE A REPLY