Peluncuran aplikasi Ganeca Digital sebagai bagian perpustakaan digital di Bali. Foto: internet

Aplikasi perpustakaan daring, Ganeca Digital diluncurkan untuk memanjakan pembaca untuk memperoleh buku-buku sekolah dan buku umum dengan akses yang cepat dan murah, di tengah kondisi masih mahalnya harga buku cetak dan terkadang sulit untuk diperoleh.

Pendiri dan Direktur Utama Ganeca Digital Ketut MB Suardhana mengatakan, Ganeca Digital merupakan pengembangan dari Ganeca Exact, sebuah perusahaan yang selama ini bergerak di bidang penerbitan buku-buku pendidikan untuk SD, SMP, SMA dan SMK, dan berbagai macam jenis buku lainnya termasuk buku cerita, teknologi informasi, komunikasi, dan ensiklopedia.

“Buku-buku sekolah itu bisa didapatkan gratis, kecuali buku premium yang pengarangnya minta royalti tentu ada pembayarannya, tetapi tidak banyak,” kata Ketut di sela-sela peluncuran aplikasi Ganeca Digital di Denpasar, Bali, Sabtu (8/6/2019).

Dengan aplikasi yang bisa diunduh melalui android ataupun komputer ini, lanjut Ketut, dapat juga menghubungkan pengarang dan pembacanya di seluruh dunia. Hal itu karena selain menyediakan toko buku daring dan aplikasi baca digital, Ganeca Digital sekaligus menjadi penerbit digital yang memfasilitasi para penulis untuk menerbitkan tulisan mereka di aplikasi Ganeca Digital.

“Masyarakat sudah haus dengan segala macam buku, tentunya harus mendapatkan yang murah dan cepat. Ini yang saya maksud keadilan, setiap orang bisa mengakses buku dengan lebih mudah,” ucapnya.

Apalagi menjelang tahun ajaran baru, menurut dia, setidaknya Ganeca Digital dapat membantu menjadi solusi jika sampai ada buku-buku pelajaran yang diterima terlambat oleh siswa karena ada masalah di percetakan.

“Digitalisasi ini juga penting dalam efisiensi buku dan penggunaan kertas,” kata Ketut yang juga mantan Waketum Kadin Indonesia Bidang Ekonomi Kreatif.

Pada acara peluncuran Ganeca Digital yang dirangkaikan dengan seminar bertajuk “Innopreneur & Netpreneur – Mengupas Tuntas Manfaat Ekonomi Digital” tersebut, selain menghadirkan pembicara Ketut MB Suardhana juga tampil dua pembicara lainnya yakni IGKG Puritan Wijaya (Dosen Stikom Bali) dan Putu Sudiarta, SKom selaku founder PT Bamboo Media, Perusahaan Pembangun Applikasi dan Software.

Seminar dipandu Eka Budiyasa diikuti sekitar 200 peserta dari berbagai kalangan. Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih yang hadir dalam acara itu berpandangan digitalisasi sumber-sumber bacaan serta naskah-naskah penting sangat membantu dan dibutuhkan dalam menghadapi perubahan zaman terutama kemajuan teknologi informasi saat ini.

Kehadiran Ganeca Digital ini juga diapresiasi I Putu Suasta, seorang politisi dan pelaku usaha yang juga dikenal sebagai pengarang buku. “Kita harus dukung Ganeca Digital dengan cara-cara yang bisa masyarakat Bali lakukan, salah satunya dengan mengunduh linknya serta membaca naskah yang ada,” ujarnya.

Tokoh pendidikan Tini Gorda mengaku siap untuk bersinergi dengan Ganeca Digital. Sebab hal ini dapat meringankan tugas dosen dan juga mahasiswa dalam berbagai hal terutama mencari kajian teori pada jurnal nasional maupun internasional. (lin/net)

 

sumber: indopos.co.id

LEAVE A REPLY