Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02 di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 Sandiaga Uno melambaikan tangan saat tiba di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Sandiaga Uno hadir untuk mewakili Capres Prabowo Subianto yang berhalangan hadir. Foto: internet

Safari politik yang dilakukan Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto belakangan, diramal sebagai upaya Gerindra agar ada anggota dari partainya duduk di kursi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Mencuat lah nama Sandiaga Uno. Hal itu karena kini Sandiaga baru saja mengumumkan lewat akun sosial medianya di Instagram, Selasa (15/10/2019) bahwa dirinya kini bergabung dengan Partai Gerindra. Sandiaga dikabarkan menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang menjelma menjadi Kementerian Investasi.

Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno pun mengaku belum pantas untuk menjadi menteri, pada kabinet kerja Jokowi periode 2019-2024. Selain itu Sandiaga Uno juga mengaku tujuannya kembali bergabung dengan Partai Gerindra bukan untuk menjadi menteri.

Dalam acara Kompas Petang yang tayang di Kompas Tv, Sandiaga Uno mengaku tertarik dengan gagasan politik dari Partai Gerindra hingga memutuskan kembali, Kamis (17/10/2019).

Pasangan calon presiden (capres) Prabowo Subianto ini mengaku belum pantas untuk menjadi menteri. Ia pun sebut dua nama kader Partai Gerindra yang lebih pantas menjadi menteri Jokowi. Ia pun mengaku tidak pernah mebicarakan soal jabatan menteri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya justru enggak pernah ada pembicaraan yang mendetail seperti itu sama Pak Parabowo. Saya akan mengikuti keputusan apapun yang diambil oleh Prabowo. Saya setuju dengan gagasan politik dari Gerindra. Kemarin itu keputusannya sebetulnya sudah disampaikan, politik yang didorong Gerindra adalah politik gagasan,” ucap Sandiaga Uno.

Sementara itu, Sandiaga Uno juga mengaku ada banyak kader Partai Gerindra yang lebih mampu untuk menjadi menteri. Bakhan ia menyebut bahwa Prabowo adalah sosok yang paling pantas untuk menjadi menteri pada kabinet kerja Jokowi.

“Ya urut kacanglah, kader terbaik pertama ya Pak Prabowo dia yang penggagas itu, saya ikut membantu. Pak Prabowo sendiri yang paling pantas menurut saya dan ada kader-kader Gerindra lain,” ucap Sandiaga Uno.

Ia mengaku masih sangat baru berada di Partai Gerindra sehingga tidak cukup pantas menjadi menteri mewakili partai. “Pak Edhy Prabowo yang jauh lebih senior dari pada saya. Saya baru masuk lagi kemarin,” ucap Sandiaga Uno.

Walau begitu, Sandiaga Uno menyebut beklum bisa menyebutkan orang yang akan menjadi menteri dari Partai Gerindra. Sandiaga Uno juga mengaku sedang giat menjalin komunikasi dengan beberapa anggota Gerindra lainnya. Ia pun mengaku banyak berkirim pesan WhatsApp, dengan beberapa kader Gerindra lainnya.

“Jadi saya belum berinteraksi lagi sama teman-teman Gerindra. Pengin dengar satu-satu, ini lagi saya WhatsApp-in temen-temen Gerindra minta waktu, minta potensi energinya terutama ada 78 rekan-rekan yang bertugas di DPR,” ujar Sandiaga Uno.

Selain itu, Sandiaga Uno ingin berbagi pendapat dengan para rekan kader Gerindra yang duduk di kusri DPR. Ia mengaku ingin memberikan masukan yang sesuai dengan pemikiran masyarakat milenial. “Saya ingin membantu memberikan masukan kepada mereka gimana Gerindra bisa nyambung sama milenial,” ujar Sandiaga Uno.

Gerindra dengan tegas membantah bahwa kembalinya Sandiaga Uno ke partai yang diketuai Prabowo Subianto itu untuk disiapkan jadi menteri Jokowi.

Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa kembalinya Sandiaga ke Gerindra kemungkinan akan mengisi posisi Sandi sebelumnya. “Pak Sandi akan kembali ke jabatan awal Beliau, Pak Prabowo juga tadi sudah menyebutkan bahwa welcomeback,” kata Dahnil Anzar.

Dahnil Anzar menyebut Sandiaga akan fokus di Partai dan tidak disiapkan untuk jadi menteri Jokowi. “Beliau akan berkhidmat mengurusi koperasi, menggerakkan koperasi yang diinisiasi oleh Gerindra, dan tentu bergiat di partai” ujar Dahnil Anzar.

Sementara itu, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang digelar di Hambalang, Rabu (16/10/2019), Prabowo Subianto telah menyampaikan 3 sikap politiknya. Pertama sudah menyerahkan konsepsi terkait dorongan besar ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi pertahanan dan keamanan yang kuat ke Jokowi.

Kedua Prabowo mempersilakan Jokowi jika ingin menggunakan konsep yang ditawarkan dalam pemerintahannya selama lima tahun ke depan. Dan ketiga Prabowo memutuskan untuk tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara bersilaturahim, serta berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara.

Sebelumnya cawapres nomor urut 02 ini membantah secara diplomatis. “Jadi, kalau itu (pembentukan kabinet) kan (hak) prerogatif presiden. Prerogatif presiden ya kita hormati, kita hargai,” ujarnya menjawab pertanyaan apakah menolak jika ditunjuk jadi menteri.

Secara khusus, Sandi meyakini bahwa pemerintah membutuhkan masukan dari luar. Untuk itu perlu ada mitra kritis yang konstruktif dan menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa. Dengan begitu, Indonesia bisa mengejar ketertinggalan.

“Pengangguran ada di nomor dua terburuk di ASEAN. Penciptaan lapangan kerja kita nggak jalan, sementara Vietnam, dengan adanya perang dagang China dan Amerika ini meraup untung,” imbuhnya.

Pengamat Politik Hendri Satrio mengungkapkan harusnya sosok Sandiaga Uno ini yang paling cocok menjadi Ketua Umum Partai Gerindra. “Sandiaga balik ke Gerindra harusnya jadi Ketua Umum, fasenya ada di sana. Saya yakin Pak Prabowo memikirkan regenerasi. Regenerasi yang tepat adalah Sandiaga Uno,” terang Hendri dalam pesannya.

Fithra menyebut Sandi sebagai sosok yang tepat mengisi kursi Menteri BUMN. “BUMN saat ini memiliki beban yang cukup berat. Debt to Equity Ratio (DER) cukup tinggi. Selain itu banyak juga yang tersangkut kasus di KPK,” kata Fithra dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia, Senin (14/10/2019).

“Nah Sandiaga ini mampu mengisi kursi Menteri BUMN karena cukup diterima pasar dan kompromi politiknya cukup kuat. Sandiaga pun sesuai background-nya. Ia pengusaha juga investor,” papar Fithra lebih jauh. (net/lin)

 

Sumber: CNBC Indonesia/WAG FSU (Forum Sandi Uno)/detik.com/kompas.com

LEAVE A REPLY