Dekan Fakultas Sastra Unpam Jasminar Anwar menerima buku karya alumni tentang penelitian Ekspedisi NKRI di Timor Leste usai acara talkshow dalam rangkaian acara Festival Sastra Unpam

Alumni Universitas Pamulang (Unpam) Fakultas Sastra menginspirasi para mahasiwa pada acara Talk Show Alumni Unpam dalam rangkaian Festival Sastra yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa (Hima) Sastra Inggris (Sasing) dan Sastra Indonesia (Sasindo) Unpam di aula Stikes kampus Unpam, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (20/1) siang tadi.

Tiga dari ribuan alumni terutama yang tergabung dalam Hima Sastra tampil sebagai pembicara dalam tema Merajut Mimpi Menjadi Nyata. Artinya, para pembicara adalah alumni sastra yang sukses di dunia kerja pasca kuliah di luar bidang kesusastraan. Seperti Bagus Rizky Pangestu yang pernah menjadi guru bahasa Inggris di Jeddah Arab Saudi selama dua tahun.

“Yang bikin saya terjun sebagai pengajar sama seperti yang para mahasiswa rasakan saat ini. Awalnya saya focus di sastra juga. Tapi waktu ayah saya mendorong supaya saya sekali-kali keluar negeri bahkan kakak saya sempat menawari ikut bersama, saya menolak dengan alasan biar ambil caraku sendiri. Nah, saya coba peruntungan dengan ikut seleksi-seleksi dan terkirim menjadi pengajar bahasa Inggris di Jeddah selama dua tahun itu. Dari sini, saya menemukan passion saya sebagai pengajar,” ujar Bagus yang sempat mengajar di lembaga-lembaga kursus di Tangeran.

Dosen Sasing Unpam Asep Ahmad mengaku, ketiga pembicara betul-betul menginspirasi para mahasiswa. Apalagi di era milineal, ketiganya sudah memenuhi criteria mahasiswa yang memiliki intelegen, komunikasi, dan koneksi. “Nah, para calon alumni, biasanya titik lemahnya pada koneksi. Ketiganya sudah jadi (orang sukses,red). Jadikan kakak-kakak ini menjadi koneksi, terutama dalam meniti karir usai kuliah,” ujar Asep.

Ternyata, lanjut Asep, sastra tidak meng-create seseorang untuk membentuk jadi apa setelah lulus. Tapi ambil contoh Bagus yang bisa mengajar di luar negeri. Padahal basicnya sastra. Memang jurusan atau orientasi sastra ada tiga, teaching (pengajaran), linguistic (bahasa), dan literature (sastra). Tapi kalau melihat contoh Dendy Sunardi yang sukses membangun usaha bersama bernama tokopedia atau Yusuf Rendy yang ikut meneliti dalam Ekspedisi NKRI di Timor Leste seakan-akan bukan faknya. “Untuk maju tidak cukup ilmu, tapi juga koneksi,” sindir Asep.

Diakui Dendy, waktu kuliah dirinya sudah mematok tujuan mau jadi apa? Karena itu, salah satu tambahan basic yang diambil adalah leadership lewat organisasi sehingga menjadi Presisen BEM karena aktif di Hima. “Dengan bergabung di Hima, itu merupakan koneksi. Saya sempat mengajak adik kelas untuk bekerja di tokopedia juga,” ungkap Dendy.

Yusuf mengaku dirinya tidak pintar waktu kuliah. Baginya nilai tidak segalanya, tapi skil lebih utama. “Maka saya mengejar skil dengan bakat yang saya punya. Waktu kuliah saya ini pedagang Koran. Jadi tiap pagi pasti melahap semua Koran. Hobi baca inilah yang mendorang saya bikin usaha Taman Bacaan di Serpong. Disamping saya punya sampingan ikut penelitian-penelitian seperti Ekspedisi NKRI di Timor Leste,” imbuhnya.

Jadi menurut dia, tekuni yang kita suka. Jadi nanti terbentuk sendiri passion atau yang namanya sesuai ahlinya atau sesuai bidangnya. “Kala nilai bisa dicari dengan belajar, tapi passion atau bakat lebih dari sekadar belajar,” ujarnya.

Dekan Fakultas Sastra Unpam Jasminar Anwar didaulat untuk meresmikan satu lembaga untuk alumni, yaitu FUSI (Forum Alumni Sastra Inggris) Unpam. “Sebenarnya FUSI ini sudah berjalan lama. Cuma seremonial peresmiannya belum dilakukan. Nah, dalam rangkaian acara Festival Sastra Unpam inilah, jadi momen penting untuk diluncurkan pembentukan FUSI,” ujar Jasminar yang juga Kaprodi Sasing.

Terkait koneksi itu, lanjut Jasminar, itulah salah satu tujuan dibentuknya FUSI. Jadi FUSI akan mewadahi para alumni di mana pun dan sekarang sedang ngapain. FUSI ini berada langsung di bawah Prodi Sasing. “Sasing ini sudah ada sejak 10 tahun lalu. Lulusannya tersebar sukses di mana-mana, termasuk ada yang menjadi wartawan dan pemimpin media massa. Nah, kita harapkan yang belum bergabung dan belum tahu FUSI, bisa didorong untuk mengetahuinya. Sehingga akan terjadi komunikasi untuk mendapatkan koneksi tadi,” tutupnya. (lin)

 

(ki-ka), Hendri (moderator), Dendy, Jasminar Anwar, Bagus, dan Yusuf Rendy usai acara talkshow

 

para pembicara talkshow berfoto bersama dengan para dosen dan Dekan Sastra Jasminar Anwar

LEAVE A REPLY