Ketua Dewan Pembina Parade Munajat 212 ustadz Muhammad Yusuf Marta bergamis dan Ketua Parade Munajat 212 Edy Mulyadi disebelah kananya, menyampaikan pesan pentingnya doa saat berjuang.

Parade Munajat resmi dideklarasikan di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta. Parade ini merupakan gerakan doa untuk bangsa agar diselamatkan dari berbagai marabahaya yang akan mencengkeram umat Islam. Ketua Parade Munajat 212 Edy Mulyadi mengatakan, inisiator gerakan doa ini adalah para alumni parade tauhid dan aksi bela Islam 212 waktu di lapangan Monas akhir 2016.

“Gerakan ini akan di lanjut ke beberapa masjid se Indonesia, sudah ada beberapa masjid yang meminta dilaksanakan parade ini. Nanti akan digerakan oleh perwakilan kita di wilayahnya masing-masing,” ujar dia di Jakarta, Jumat (14/7).

Ia menjelaskan parade munajat ini hanya gerakan doa, bukan aksi kelapangan. Namun gerakan ini melengkapi gerakan perjuangan umat Islam selama ini. Doa menjadi kekuatan dahsyat yang melengkapi perjuangan ummat Islam. Dengan berdoa, ummat Islam menyadari bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Untuk mengajak ummat Islam selalu berdoa secara massif, sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia dan alumni Aksi Bela Islam 212 mendeklarasikan berdirinya Parade Munajat 212.

“Berusaha dan berjuang adalah satu hal. Sedangkan berdoa adalah hal lain. Keduanya harus saling melengkapi. Islam mengajarkan, bahwa hanya kepada Allah SWT yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa kita menyandarkan diri. Itulah sebabnya, hari ini kami deklarasikan Parade Munajat 212 sebagai gerakan Indonesia Berdoa,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Parade Munajat 212 ustadz Muhammad Yusuf Marta mengatakan, umat Islam adalah pejuang tangguh. Aksi Bela Islam berjilid-jilid karena penistaan al Quran yang melibatkan jutaan massa, adalah bukti nyata ketangguhan ummat Islam Indonesia. Setahun sebelumnya, dengan izin dan kehendak Allah ummat Islam menggelar Parade Tauhid Indonesia yang melibatkan 300.000 massa. Potensi ini akan semakin dahsyat jika dilengkapi dengan doa terus-menerus.

Aksi-aksi tersebut sekaligus membuktikan ummat Islam Indonesia adalah ummat beradab. Adalah fakta, bahwa ummat Islam mampu bersatu dan berkumpul dalam jumlah amat besar tanpa berbuat anarkis. “Semua itu menunjukkan potensi ummat Islam yang luar biasa. Parade Munajat 212 bermaksud menjadi perekat sekaligus menginisiasi kegiatan berdoa yang melibatkan ummat secara massif. Tidak hanya di Jakarta, kami juga berharap kegiatan serupa bisa diselenggarakan di daerah-daerah. Kelak, dengan izin Allah, akan dibentuk perwakilan-perwakilannya di daerah,” ungkap ust Yusuf.

Kelahiran Parade Munajat 212 dibidani sejumlah alumni Parade Tauhid Indonesia pada 2015 dan alumni Aksi Bela Islam 212. Selain Edy Mulyadi, ada aktivis gerakan Islam Budhi Setiawan sebagai Wakil Ketua dan jurnalis Bilal Muhammad sebagai Sekretaris. Ustadz Muhammad Yusuf Marta duduk sebagai Ketua Dewan Pembina. Selain itu juga ada Ust Zaid M Bachmid dan ust M Zainal Muttaqin sebagai anggota Dewan Pembina. (wiy)

LEAVE A REPLY