#BicaraUang Creartor Fest 2019 melibatkan para penggiat seni ternama di Indonesia dalam programnya agar dapat menjadi media pembelajaran #BicaraUang yang efektif,  kreatif, dan relevan bagi para partisipannya.

Bertempat di Ottomans’ Coffee, Kuningan, Jakarta Selatan, PermataBank mengadakan acara Media Gathering #BicaraUang Creator Fest2019. Acara ini merupakan awal dari banyaknya rangkaian acara Creator Fest 2019 yang terdiri; Creator Hunt, Creator Camp dan Creator Fest 2019.

Tujuannya untuk mewadahi generasi muda di seluruh Indonesia yang passionate untuk mulai berani #BicaraUang dan menuangkannya ke dalam sebuah karya yang menghibur secara visual, serta dapat mengedukasi mengenai permasalahan finansial lewat cara yang kreatif.

Turut hadir dalam acara ini menjadi pembicara Ibu Ivy Widjaja selaku Head, Customer Segmentation & Marketing PermataBank dan para seniman profesional ternama Indonesia seperti: Anton Ismael, Yandy Laurens dan Muklay.

Generasi milenial dianggap sebagai generasi yang memiliki sudut pandang yang kritis dan kreatif, serta memiliki pemikiran yang tajam dalam melihat banyak hal dan dalam memaknai sesuatu, termasuk salah satunya soal uang.

Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf) mengumumkan, Indonesia didominasi oleh generasi millenial dengan rata-rata 80% dari 1,6 juta industri kreatif yang ada. Para pelaku ekonomi kreatif rata – rata berada dalam usia 20 sampai 40 tahun dengan berbagai macam bidang usaha yang mereka geluti, termasuk diantaranya karya seni.

Dari situasi tersebut, PermataBank secara konsisten menginisiasi acara ”#Bicarauang Creator Fest 2019”. PermataBank sudah menggelar acara pencarian creator-creator muda ini melalui acara Creator Fest sejak tahun 2017, dan di bawah payung besar #BicaraUang, PermataBank kembali melaksanakan Creator Fest 2019 untuk ketiga kalinya.

Head, Customer Segmentation & Marketing PermataBank Ivy Widjaja mengatakan, lewat acara ini PermataBank mengajak para creator muda untuk dapat memberikan kontribusi sosial dalam bentuk lelang amal melalui karya yang mereka ciptakan.

”PermataBank selalu konsisten dalam memberikan yang terbaik untuk nasabah dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia. Kami ingin inisiatif-inisiatif yang kami lakukan dapat terus mengedukasi secara luas,” ujar Ivy di Jakarta, Kamis (28/3).

Khususnya, sambung Ivy, generasi milenial agar semua dapat memaknai permasalahan finansial secara lebih open minded, seperti salah satunya melalui acara #BicaraUang Creator Fest 2019.  ”Kami ingin banyak generasi muda punya wadah untuk menuangkan kreatifitas dalam memaknai keuangan,” papar Ivy.

Acara #BicaraUang Creator Fest 2019 memiliki tiga kategori kompetisi; film pendek, photography dan ilustrasi. Rangkaian acara tersebut meliputi; (1) Creator Hunt 31 Maret-31 Mei : Segmen pencarian bakat creator yang memiliki pandangan baru, ide dan kreatifitas yang dituangkan dalam sebuah pesan mengenai keuangan dimana semua karya diunggah melalui website www.creatorfest.id.

(2) Creator Camp 24 Juni-31 Juli : 30 Orang Creator yang terpilih akan mengikuti beberapa hari CAMP & COACHING untuk menghasilkan karya yang dapat dipamerkandengan arahan dari para mentor seperti Yandy laurens dari Cerita Films untuk Skenario, Goen Rock untuk Teknis Videography, Anton Ismael dan Kelas Pagi untuk Creative Photography,  Muklay untuk ilustrasi dan GFC untuk Creative Fashion.

(3) Creator Fest 14-15 Agustus : segmen final dimana para creator memiliki kesempatan untuk memamerkan, mempresentasikan karya nya dan juga akan diadakan prosesi lelang hasil dari beberapa karya mereka untuk disumbangkan ke badan amal kemanusiaan. Acara puncaknya akan dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 bertepatan dengan salah satu acara terbesar PermataBank Wealth Wisdom 2019.

Visual Artist yang merangkap sebagai Coach untuk acara Creator Fest 2019 Muklay mengatakan,  ajang seperti Creator Fest 2019 ini pastinya sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda kreatif untuk dapat mengeksplorasi bakat mereka secara lebih mendalam dan jauh.

”Apalagi dari PermataBank juga berkolaborasi dengan creator-creator yang sudah berpengalaman di bidangnya masing-masing, jadi mereka semua memiliki wadah untuk berbagi dan berdiskusi untuk dapat menciptakan karya yang menghibur dan juga mengedukasi,” tutupnya. (ita)

LEAVE A REPLY