7 Hari Tayang di Bioskop, Film Gundala Ditonton Satu Juta Orang

Aktris Tara Baso pemeran Wulan alias Merpati dalam film Gundala. foto: internet

Film Gundala berhasil menembus satu juta penonton selama tujuh hari penayangan sejak beredar di bioskop, 29 Agustus 2019. Hal itu diungkapkan sang sutradaranya Joko Anwar melalui akun Instagram-nya, @jokoanwar, Rabu malam (4/9/2019).

“Alhamdulillah penonton film Indonesia bisa menerima film dgn genre baru. Semoga ini berarti sineas Indonesia sekarang punya kesempatan bikin film dgn tema & genre baru,” tulis Joko Anwar dalam akunnya itu.

Tidak terpaku dgn tema yang sudah sering dibuat. Perfilman Indonesia menarik sekali ke depannya! Terima kasih, teman-teman! Salam dari semua cast dan crew,” sambung Joko.

Sejumlah ucapan selamat membanjiri kolom komentar akukn Joko Anwar itu. Salah satunya dua artis peran Chelsea Islan dan Gading Marten yang memberikan tanda jempol dalam komentarnya.

Jumlah penonton itu tentu belum termasuk puluhan wartawan dari berbagai media massa yang tergabung dalam lingkungan Bank Syariah Mandiri (BSM) atau Mandiri Syariah. Di mana anak usaha Bank Mandiri ini menggelar nonton bareng (nobar) semua wartawan yang masuk di whatsaap (WA) Group Media BSM, di Jakarta Theater, Rabu malam (4/9/2019).

Seperti diketahui, film Gundala diadaptasi dari komik Gundala Putra Petir karya Harya Suraminata (Hasmi) yang rilis 1969. Gundala menjadi pintu yang membuka jagad garis perjalanan waktu para pahlawan lokal yang dikenal dengan sebutan Jagad Sinema Bumilangit (JSB).

Film Gundala menceritakan tentang Sancaka alias Gundala (Abimana Aryasatya) yang menjalani hidup tanpa orangtuanya. Tumbuh besar, Sancaka melihat keadaan kota semakin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negeri.

Sancaka harus memutuskan apakah harus tetap hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas. Film Gundala garapan rumah produksi Screenplay Pictures dan Bumilangit Studio berdurasi 123 menit,

Film Gundala menjanjikan pengalaman berbeda menyaksikan film superhero khas Indonesia. Film ini dibintangi deretan nama aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae, Rio Dewanto, Lukman Sardi, Cecep Arif Rahman, Hannah Al Rasyid, dan Marissa Anita.

Di balik cerita dan kekuatan super Sancaka alias Gundala, ada hal menarik dari sosok Wulan. Wulan adalah karakter dalam versi komik Gundala Putera Petir. Wulan nantinya akan menjadi Merpati, salah satu pahlawan super.

Dalam versi filmnya, Merpati diperankan oleh artis peran Tara Basro. Seperti apa sosok Merpati pada versi komik dan film serta Tara yang memerankannya? Asal muasal Wulan alias Merpati pertama kali muncul dalam komik Gundala yang berjudul Pangkalan Pemusnah Bumi yang rilis pada 1977.

Nama aslinya adalah Sedhah Esti Wulan. Kisahnya, suatu hari Sedhah jatuh ke jurang saat berusaha menolong ayahnya. Namun, ia diselamatkan oleh segerombolan merpati yang membawanya ke hadapan ratu merpati, Doves.

Sedhah dimasukkan ke dalam suatu ramuan ajaib yang menjadikannya sebagai Merpati, pahlawan wanita pembela kebenaran. Merpati kemudian dikenal sebagai kekasih dari Gundala. Karakter Wulan dalam versi komik dan filmnya lewat Gundala berbeda.

Versi komik, Wulan alias Merpati digambarkan sebagai seorang wartawati yang cerdas dan memiliki kemampuan beladiri. Sedangkan dalam versi filmnya, Wulan digambarkan sebagai perawat dan tidak memiliki kemampuan bela diri.

Wulan versi film digambarkan pula sebagai aktivitis yang membela keadilan bagi warga sebuah pasar dari penindasan para preman. Wulan memiliki tinggi 167 centimeter dan berat 59 kilogram. Ia memiliki rambut yang terurai panjang.

Kostum pahlawan super Merpati bertuliskan huruf M di dadanya. Mahkota di kepalanya berbentuk burung merpati. Merpati memiliki kemampuan terbang dan indra navigasi super. Ia mempunyai kekuatan tenaga setara dengan 20 laki-laki dewasa.

Namun, dalam poster karakter yang dirilis Jagat Sinema Bumilangit (JSB) pada versi filmnya, kostum karakter Merpati tanpa menggunakan mahkota berbentuk burung merpati.

Rambut Merpati pun pendek sebahu dengan kostum berwarna putih berikut jubahnya. Kisah cinta Sancaka dalam versi komik (1977). Kisah cinta mereka terjadi dalam komik Pengantin Buat Gundala (1977).

Kisahnya, Merpati berhasil mengejar para penculik ayahnya dan bertemu Gundala. Keduanya saling jatuh cinta dan menikah. Sedangkan dalam versi film, pertemuan Sancaka dan Wulan terjadi di rumah susun. Kejadian-kejadian kecil membuat Wulan terpikat dengan Gundala.

Namun, Gundala belum menyadarinya. Belajar silat Tara Basro didapuk memerankan karakter Merpati dalam film Gundala karya sutradara Joko Anwar. Tara rupanya sudah mengincar Merpati sejak awal film Gundala akan diproduksi.

Saat diterima bermain, Tara menganggap ini sebagai sebuah kehormatan besar untuknya. Demi memperdalam karakternya, Tara tidak main-main. Ia belajar bela diri bersama koreografi Cecep Arif Rahman dari perguruan Panglipur. (net/lin)

 

sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY