Ketua Baznas Prof Bambang Sudibyo memegang kartu tanda nama kambing kurbannya untuk disembelih di Desa Jabon Mekar, Parung. Foto: Humas Baznas

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ikut mengupayakan penggunaan besek dari bahan bambu sebagai tempat daging kurban dalam momen Idul Adha. Ini karena kantong plastik dinilai masih jadi masalah. Sementara besek dinilai ramah lingkungan.

Ketua Baznas Prof Bambang Sudibyo mengatakan, besek yang diupayakan Baznas ini pun karena produknya dari mustahik binaan Baznas yang di Cianjur, Jawa Barat. Termasuk kambingnya diambil dari Balai Ternak Binaan Baznas.

“Baznas menggunakan besek bambu sebagai tempat untuk daging. Selain cinta lingkungan, penggunaan besek bambu ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa karena besek ini dibuat langsung oleh mustahik binaan Baznas,” ujar Bambang di sela penyembelihan hewan Program Kurban Berdayakan Desa di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor, Minggu (11/8/2019).

Jadi semua yang terkait zakat, rinci Bambang, mulai dari Balai Ternak binaan Baznas menggunakan dana awal zakat. Lalu dana ini dipakai buat membeli hewan kurban dengan harga di atas harga pasar.

“Tujuannya, jelas untuk memberdayakan para mustahik peternak. Kemudian ketika dibagikan di desa itu, termasuk para peternaknya itu sendiri ikut dapat pembagian kurban,” terangnya.

Di Desa Jabon Mekar, ini ada 44 ekor kambing dan satu ekor sapi disembelih untuk dinikmati 920 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu. Warga dari lima Rukun Warga (RW) hadir di lokasi pemotongan hewan kurban sebagai penerima manfaat.

Kambing dan sapi itu didatangkan dari para peternak desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ini sesuai konsep program Kurban Berdayakan Desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Itu, kata Bambang, melalui perputaran roda ekonomi yang menguat, peningkatan gizi masyarakat, dan budaya gotong royong yang makin erat. Dengan kesejahteraan yang meningkat, diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya pendidikan bagi masyarakat desa.

“Jadi ini berputar-putar di situ-situ saja. Karena para pengkurbannya (mudhohi) itu, didominasi orang perkotaan. Jadi dengan cara itu kita memindahkan kekayaan perkotaan ke pedesaan,” urai Bambang dihadapan Anggota Baznas Mundzir Suparta, Wakil Ketua Baznas Bogor KH Ubaidillah, dan Kepala Desa Jabon Mekar Ana Yuliana.

Penyembelihan hewan kurban dalam program Kurban Berdayakan Desa ini berlangsung hingga hari tasyrik terakhir untuk melayani para mudhohi yang menunaikan ibadahnya di akhir waktu.

“Hingga Hari Raya Idul Adha hari ini, masyarakat masih terus menunaikan kurbannya melalui Baznas. Sehingga kami masih membuka layanan melalui berbagai kanal pembayaran yang tersedia,” katanya.

Baznas mengembangkan Program Balai Ternak di berbagai daerah sebagai upaya pemberdayaan bagi para peternak desa. Saat ini bukan saja menghasilkan hewan ternak untuk berkurban, namun telah muncul industri-industri turunan seperti usaha pakan ternak, pupuk kompos dan budidaya tanaman hias.

Enam Desa di Tegal

Baznas Pusat, Baznas Kabupaten Tegal dan Karang Taruna Sebayu bekerja sama menyalurkan hewan kurban dari para mudhohi untuk enam desa di Kabupaten Tegal. Sebanyak 20 ekor kambing dipotong bersamaan pada Hari Raya Idul Adha 1440 H, Minggu (11/8/2019) di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal

Hadir Wakil Ketua Baznas Tegal Nurul Huda dan Senior Officer Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Nasional Abdul Kahfi. Daging kurban dibagikan kepada 400 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di enam desa yang ada di kabupaten Tegal, yakni Desa Gunungjati, Desa Pucang Luwuk, Desa Diwung, Desa Sesepan, Desa Jembayat dan Desa Jerakah.

Kahfi mengatakan, penyelenggaraan kurban tahun ini sesuai dengan Program Kurban Berdayakan Desa dimana hewan kurban dibeli, disembelih dan dibagikan untuk warga desa.

Dengan demikian secara ekonomi, menguntungkan peternak desa, dari sisi kesehatan dapat meningkatkan gizi masyarakat serta meningkatkan budaya gotong royong di lingkungan masyarakat desa.

“Hewan ternak kami beli langsung dari peternak binaan Baznas di desa, kemudian disembelih dan didistribusikan untuk masyarakat desa di Kabupaten Tegal,” katanya.

Nurul Huda sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada para mudhohi yang telah menyalurkan hewan kurban melalui Baznas sehingga warga kurang mampu di Kabupaten Tegal.

“Semoga Program Kurban Berdayakan Desa ini dapat menjadi pemantik pemberdayaan warga desa melalui usaha peternakan, menjadi momen meningkatkan gizi masyarakat desa, dan dari segi Ubudiyah bisa memacu semangat  masyarakat desa untuk saling berbagi melalui ibadah kurban,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini menjadi embrio kerja sama dan sinergi program BAZNAS RI dan Baznas Kabupaten Tegal yang berlanjut hingga masa yang akan datang sehingga menghadirkan manfaat bagi masyarakat lebih luas.

Berita terkait:http://semarak.co/terus-alami-kenaikan-ketua-baznas-sebut-kurban-miliki-potensi-berdayakan-ekonomi-desa/

Kepala Desa Danawarih Abdul Munip juga berharap program tersebut terus berjalan setiap  tahun dan berkesinambungan. “Kami berharap, kerjasama program untuk masyarakat kurang mampu ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya sehingga semakin banyak hewan kurban yang di distribusikan melalui Baznas Kabupaten Tegal agar pembagian dagingnya semakin merata,” katanya.

Ketua panitia acara, Herlambang Jatikusumo dalam sambutannya menyampaikan, terimakasih kepada para pekurban yang telah menunaikan kurban melalui Baznas.

“Dengan adanya Kurban Berdayakan Desa dapat menyuplai nutrisi masyarakat kita yang memiliki tingkat konsumsi protein hewani rendah dan dapat menyejahterakan para peternak di desa. Besar harapan kami juga dapat memaknai rasa berbagi dan memberi melalui momen Hari Raya Idul Adha ini,” katanya. (lin)

Ini daging kurban yang sudah dikemas dalam besek bambu. foto: istimewa

LEAVE A REPLY